Friday, December 30, 2011

Kangen blogging

Hey hoy guys!

Huwaaaaa, udah beberapa hari ini ga buka blog.
Kangen blogging, kangen tumblring jugaa.... *ah, random*

Baru sempet posting sekarang nih.
Yeaahhh... ulala ulala...
Uyee uyeeeaaayy...

Party Like a Hoot Owl!!!

am i so awkward and weird (like him)? -_-
READ MORE - Kangen blogging

Sunday, December 25, 2011

Max and the guys

What a cute dog >.<
READ MORE - Max and the guys

Saturday, December 24, 2011

10 Words That Don’t Exist, but Should… (Part 2)

ACCORDIONATED – adj. Being able to drive and refold a road map at the same time.

AEROPALMICS – n. The study of wind resistance conducted by holding a cupped hand out the car window.

MUMMABOLIC CHORUS – n. When three or more people are singing along to a tune and suddenly discover they are all faking their way through the unintelligible lyrics.

NARCOLEPULACY – n. The contagious action of yawning, causing everyone in sight to also yawn.

OREOSIS – n. The practice of eating the cream center of an Oreo before eating the cookie outsides.

PAJANGLE – n. Condition of waking up with your pajamas turned 180 degrees.

PRESTOFRIGERATION – n. The peculiar habit, when searching for a snack, of constantly returning to the refrigerator in hopes that something new will have materialized.

RIGNITION – n. The embarrassing action of trying to start one’s car with the engine already running.

SARK – n. The marks left on one’s ankle after wearing tube socks all day.

TURFIGEE and PEDIGEE – n. The two extreme target points of a rotary lawn sprinkler, TURFIGEE being the safest point at which to walk past, PEDIGEE being the most dangerous.

TANUMBUM – n. The sorry side of the Christmas tree that gets placed toward the wall.

WONDRACIDE – v. The act of mangling a piece of soft white bread with a pat of cold butter.


See you on the road!
<3 Adam

Reblogged from Owl City Blog


*This is just too awesome. Someone should really put that words in the dictionary. ASDFGHJKL*
READ MORE - 10 Words That Don’t Exist, but Should… (Part 2)

10 Words That Don’t Exist, but Should…

01. AQUADEXTROUS – adj. Possessing the ability to turn the bathroom faucet on and off with your toes.

02. CARPERPETUATION – n. The act, when vacuuming, of running over a string or a piece of lint at least a dozen times, reaching over and picking it up, examining it, then putting it back down to give the vacuum one more chance.

03. DISCONFECT – v. To sterilize a piece of candy you dropped on the floor by blowing on it, assuming this will somehow “remove” all the germs.

04. ELBONICS – n. The actions of two people maneuvering for one armrest in a movie theater (airplane).

05. FRUST – n. The small line of debris that refuses to be swept onto the dust pan and keep backing a person across the room until he finally decides to give up and sweep it under the rug.

06. LACTOMANGULATION – n. Manhandling the “open here” spout on a milk container so badly that one has to resort to the “illegal” side.

07. PEPPIER – n. The waiter at a fancy restaurant whose sole purpose seems to be walking around asking diners if they want ground pepper.

08. PHONESIA – n. The affliction of dialing a phone number and forgetting whom you were calling just as they answer.

09. PUPKUS – n. The moist residue left on a window after a dog presses its nose to it.

10. TELECRASTINATION – n. The act of always letting the phone ring at least twice before you pick it up, even when you’re only six inches away.

:)

Adam

Reblogged from Owl City Blog


*I think this should be on my blog, so i just reblogged it. never mind, okay??* 
image

READ MORE - 10 Words That Don’t Exist, but Should…

Friday, December 23, 2011

Hidup Kita Adalah Film Terbaik

Aku, kamu dan mereka adalah peran utama, bukan sekedar figuran 
Sandiwara ini nyata, hingga pada saatnya mati
Adegan demi adegan, setiap detik ‘kan terekam
Takkan dapat 'tuk di rewind, mari terus kita jalankan, hingga pada saatnya mati

Berlari terjatuh, berjalan merangkak, bahagia, terluka, menangis dan tertawa, menjadi bagian yang terindah

Saat nafas pertama hidup kita dimulai, kamera telah berputar untuk mengambil gambar
Maka berbahagialah, karena kita semua menjadi yang terpilih dan mendapatkan peran nikmatnya

Planet bumi adalah panggung kita termegah, maka lakukan pertunjukan yang terbaik


Hidup kita adalah film terbaik. 
One of my favorite song from Rocket Rockers.
Bermakna banget liriknya. 
Jadi inget temen gw yang merekomendasikan lagu ini.
*uhuk. yeaah it's just classic* #randomsyndromeatmidnight

READ MORE - Hidup Kita Adalah Film Terbaik

Sunday, December 18, 2011

Pendapatan dan Biaya Hidup di Jepang

Beberapa hari yang lalu gw baca artikel ini di group facebook yang kayanya adminnya temen gw juga, haha. Ijin repost ya min :).

Data pribadi yang paling tidak ingin diketahui oleh orang lain bagi pria adalah penghasilan, sedangkan wanita adalah alamat.”, demikian hasil survey yang diumumkan oleh Nihon RSA pada tahun 1998. Tetapi, besarnya gaji di Jepang mungkin adalah salah satu hal yang menarik untuk diketahui, terutama bagi mereka yang ingin bekerja di Jepang. Nah, saya mau ngasih informasi tentang berapa gaji macam-macam pekerjaan di Jepang.

Gaji di Jepang:
1. Perdana Menteri (41.65) = Rp 4,165 miliar/tahun
2. Menteri (30.41) = Rp 3,041 miliar /tahun
3. Anggota Parlemen (22.28) = Rp 2,228 miliar/tahun
4. Pengacara/”bengoushi” (21.01) = Rp 2,101 miliar/tahun
5. Pilot (17.13) = Rp 1,713 miliar/tahun
6. Dokter (12.27) = Rp 1,227 miliar/tahun
7. Professor (11.53) = Rp 1,153 miliar/tahun
8. Associate Professor (9.17) = Rp 917 juta / tahun
9. Polisi (8.40)= Rp 840 juta / tahun
10. Wartawan (7.82)= Rp 782 juta / tahun
11. Guru SMA (7.41) = Rp741 juta/ tahun
12. Pegawai Pemda (7.28) = Rp 728 juta/ tahun
13. Guru Sekolah Kejuruan (5.38) = Rp 538 juta / tahun
14. Perawat (4.64) = Rp 464 juta/ tahun
15. Salaryman (4.39)= Rp 439 juta/tahun
16. Programmer (4.12)= Rp 412 juta/tahun
17. Guru TK (3.28)= Rp 328 juta/tahun
18. Supir Taxi (3.06)= Rp 306 juta /tahun


Keterangan: 

1. Gaji di Jepang umumnya dihitung berdasarkan pendapatan kotor per tahun (“nenshu”, 年収), sebelum dikurangi dengan pension (“nenkin”,年金), asuransi (“hoken”,保険) dsb.



2. Pendapatan pertahun (年収) terdiri dari dua komponen : gaji (“kyuuyo”,給与) + bonus (“shouyo”, 賞与). Besarnya bonus tidak seragam. Ada yang besarnya tiga kali pendapatan per bulan, dua kali, atau tidak sama sekali.


3. Besarnya gaji dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lama kerja dan usia.


4. Ada beberapa sumber mengenai gaji berbagai profesi di Jepang. Data di atas berasal dari majalah President bulan Desember 2005 yang dikutip di situs Ini . Angka yang tercantum di dalam kurung adalah rata-rata pendapatan per tahun (bukan per bulan), dalam satuan juta yen. Hanya sebagian data saja yang ditampilkan. Sayang saya belum membaca artikel aslinya, sehingga tidak tahu secara detail bagaimana survey itu dilakukan.


Ini baru gaji bersih gan belom di tambah gaji kotor, kalo udah ditambah bakalan 3x lipat kali gan


Kurs yang ane pake Rp 100 = 1 Y


padahal data diatas nilainya bisa lebih tinggi soalnya.


5. Data dari NTA (National Tax Agency) menyebutkan bahwa pada tahun 2005, banyaknya orang yang memiliki penghasilan di Jepang dan bekerja selama 1 tahun adalah 44.94 juta orang. Rata-rata pendapatan mereka sebesar 4.37 juta yen (dalam satu tahun). Pekerja pria 27.74 juta orang dan rata-rata penghasilannya 5.38 juta yen. Sedangkan wanita, 17.20 juta orang dan rata-rata penghasilannya 2.73 juta yen.


6. Rata-rata penghasilan part time job (arubaito) : 966 yen (Juni 2006).


7. Sekedar referensi saja, beasiswa Monbukagakusho per bulan untuk tahun finansial 2007/2008 sekitar 134 ribu yen (S1) dan 172 ribu yen (S2 dan S3), berarti per tahun 1.7 juta (S1) dan 2.1 juta (S2). Beasiswa ini adalah jumlah bersih yang diberikan kepada siswa untuk hidup sehari-hari (membayar sewa apartemen, makan, minum, dsb.), di luar uang kuliah. Hanya saja beasiswa ini tidak dianggap sebagai penghasilan, dan pelajar dianggap zero income, sehingga tidak dikenakan pajak penghasilan.


8. Angka di atas kalau dikonversikan ke rupiah akan terkesan sangat besar. Tetapi hal ini tidak lantas berarti menggambarkan taraf kemakmuran seseorang dari sudut pandang Indonesia, demikian pula sebaliknya. Untuk memberikan gambaran yang tepat dan fair, perlu ditambahkan informasi living cost di negara tersebut. Hal ini karena terdapat perbedaan signifikan pada living cost antara keduanya. Saya pernah ditanya oleh teman Jepang mengenai besarnya gaji di Indonesia. Jawaban sederhana adalah dengan mengkonversikan angka tersebut ke yen. Orang Jepang yang mendengarnya akan terkejut, karena gaji sebesar itu tidak akan cukup dipakai hidup di Jepang. Tetapi saat saya jelaskan bahwa biaya hidup di Indonesia sangat jauh berbeda dengan di Jepang, baru teman saya tersebut memahaminya.


9. Berkaitan dengan point 8 di atas, salah satu parameter yang sering dipakai untuk mengukur tingkat standard hidup adalah Engel’s coefficient. Engel’s Coefficient didefinisikan sebagai prosentase penghasilan yang dipakai untuk belanja kebutuhan primer pangan (飲食費) terhadap total pengeluaran bulanan. Semakin rendah nilainya, berarti semakin tinggi tingkat standard hidupnya.


Biaya Hidup di Jepang:

Tempat Tinggal (untuk sendirian):

Sewa Apartemen per bulan ¥75.000= Rp 7.500.000
Rekening Air Bulanan ¥3.000= Rp 300.000
Rekening Gas Bulanan ¥2.500= Rp 250.000
Rekening Listrik Bulanan ¥5.000= Rp 500.000
Rekening Telepon Bulanan ¥2.000= Rp 200.000



Makanan & Minuman:

Nasi Kari (1 porsi) ¥743= Rp74.300

Burger di McDonald's ¥100= Rp 10.000
Mie Ramen (1 mangkuk) ¥586= Rp 58.600
Mie Ramen Instan (77g) ¥145= Rp 14.500
Bento - makan siang (1 kotak) ¥545= Rp 54.500
Pizza (1 porsi ukuran medium) ¥2.000= Rp 200.000
Air Minum Mineral (2.000 ml) ¥136= Rp 13.600
Starbucks latte/cappuccino ¥350= Rp 35.000
Coca-Cola (355ml) ¥120 = Rp 12.000
Es Krim (120ml) ¥268= Rp 26.800
Susu (1,000 ml) ¥212= Rp 21.200
Coklat (65g) ¥106= Rp 10.600
Pisang (1kg) ¥235= Rp 23.500
Jeruk (1kg) ¥377= Rp 37.700
Roti Tawar ¥150= Rp 15.000



Lain-Lain:

Langganan Internet ¥4.000= Rp 400.000

1 Tiket Nonton Bioskop ¥1.800= Rp 180.000
Pulsa Ponsel/Hape Bulanan ¥4.500= Rp 450.000
Sewa DVD (1 film baru per hari) ¥500= Rp 50.000
Sewa DVD (1 film lama per minggu) ¥350= Rp 35.000
1 Tiket Subway ¥160 - ¥300= Rp 16.000-30.000
Potong Rambut ¥2.500= Rp 25.000



Detergen (1kg) ¥328= Rp 32.800

Kertas Toilet ¥250= Rp 25.000

Obat Flu ¥1,545= Rp 154,5 (paling murah)
Sikat Gigi ¥100= Rp 10.000
Pasta Gigi ¥250= Rp 25.000

Nah, gimana-gimana? 
Beda banget kan sama di Indonesia..
Semoga info ini bisa memberikan gambaran buat yang pengen tinggal di Jepang :).
READ MORE - Pendapatan dan Biaya Hidup di Jepang
Tiny Kaoani