Showing posts with label nippon nippon cha cha cha cha cha. Show all posts
Showing posts with label nippon nippon cha cha cha cha cha. Show all posts

Sunday, December 18, 2011

Pendapatan dan Biaya Hidup di Jepang

Beberapa hari yang lalu gw baca artikel ini di group facebook yang kayanya adminnya temen gw juga, haha. Ijin repost ya min :).

Data pribadi yang paling tidak ingin diketahui oleh orang lain bagi pria adalah penghasilan, sedangkan wanita adalah alamat.”, demikian hasil survey yang diumumkan oleh Nihon RSA pada tahun 1998. Tetapi, besarnya gaji di Jepang mungkin adalah salah satu hal yang menarik untuk diketahui, terutama bagi mereka yang ingin bekerja di Jepang. Nah, saya mau ngasih informasi tentang berapa gaji macam-macam pekerjaan di Jepang.

Gaji di Jepang:
1. Perdana Menteri (41.65) = Rp 4,165 miliar/tahun
2. Menteri (30.41) = Rp 3,041 miliar /tahun
3. Anggota Parlemen (22.28) = Rp 2,228 miliar/tahun
4. Pengacara/”bengoushi” (21.01) = Rp 2,101 miliar/tahun
5. Pilot (17.13) = Rp 1,713 miliar/tahun
6. Dokter (12.27) = Rp 1,227 miliar/tahun
7. Professor (11.53) = Rp 1,153 miliar/tahun
8. Associate Professor (9.17) = Rp 917 juta / tahun
9. Polisi (8.40)= Rp 840 juta / tahun
10. Wartawan (7.82)= Rp 782 juta / tahun
11. Guru SMA (7.41) = Rp741 juta/ tahun
12. Pegawai Pemda (7.28) = Rp 728 juta/ tahun
13. Guru Sekolah Kejuruan (5.38) = Rp 538 juta / tahun
14. Perawat (4.64) = Rp 464 juta/ tahun
15. Salaryman (4.39)= Rp 439 juta/tahun
16. Programmer (4.12)= Rp 412 juta/tahun
17. Guru TK (3.28)= Rp 328 juta/tahun
18. Supir Taxi (3.06)= Rp 306 juta /tahun


Keterangan: 

1. Gaji di Jepang umumnya dihitung berdasarkan pendapatan kotor per tahun (“nenshu”, 年収), sebelum dikurangi dengan pension (“nenkin”,年金), asuransi (“hoken”,保険) dsb.



2. Pendapatan pertahun (年収) terdiri dari dua komponen : gaji (“kyuuyo”,給与) + bonus (“shouyo”, 賞与). Besarnya bonus tidak seragam. Ada yang besarnya tiga kali pendapatan per bulan, dua kali, atau tidak sama sekali.


3. Besarnya gaji dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lama kerja dan usia.


4. Ada beberapa sumber mengenai gaji berbagai profesi di Jepang. Data di atas berasal dari majalah President bulan Desember 2005 yang dikutip di situs Ini . Angka yang tercantum di dalam kurung adalah rata-rata pendapatan per tahun (bukan per bulan), dalam satuan juta yen. Hanya sebagian data saja yang ditampilkan. Sayang saya belum membaca artikel aslinya, sehingga tidak tahu secara detail bagaimana survey itu dilakukan.


Ini baru gaji bersih gan belom di tambah gaji kotor, kalo udah ditambah bakalan 3x lipat kali gan


Kurs yang ane pake Rp 100 = 1 Y


padahal data diatas nilainya bisa lebih tinggi soalnya.


5. Data dari NTA (National Tax Agency) menyebutkan bahwa pada tahun 2005, banyaknya orang yang memiliki penghasilan di Jepang dan bekerja selama 1 tahun adalah 44.94 juta orang. Rata-rata pendapatan mereka sebesar 4.37 juta yen (dalam satu tahun). Pekerja pria 27.74 juta orang dan rata-rata penghasilannya 5.38 juta yen. Sedangkan wanita, 17.20 juta orang dan rata-rata penghasilannya 2.73 juta yen.


6. Rata-rata penghasilan part time job (arubaito) : 966 yen (Juni 2006).


7. Sekedar referensi saja, beasiswa Monbukagakusho per bulan untuk tahun finansial 2007/2008 sekitar 134 ribu yen (S1) dan 172 ribu yen (S2 dan S3), berarti per tahun 1.7 juta (S1) dan 2.1 juta (S2). Beasiswa ini adalah jumlah bersih yang diberikan kepada siswa untuk hidup sehari-hari (membayar sewa apartemen, makan, minum, dsb.), di luar uang kuliah. Hanya saja beasiswa ini tidak dianggap sebagai penghasilan, dan pelajar dianggap zero income, sehingga tidak dikenakan pajak penghasilan.


8. Angka di atas kalau dikonversikan ke rupiah akan terkesan sangat besar. Tetapi hal ini tidak lantas berarti menggambarkan taraf kemakmuran seseorang dari sudut pandang Indonesia, demikian pula sebaliknya. Untuk memberikan gambaran yang tepat dan fair, perlu ditambahkan informasi living cost di negara tersebut. Hal ini karena terdapat perbedaan signifikan pada living cost antara keduanya. Saya pernah ditanya oleh teman Jepang mengenai besarnya gaji di Indonesia. Jawaban sederhana adalah dengan mengkonversikan angka tersebut ke yen. Orang Jepang yang mendengarnya akan terkejut, karena gaji sebesar itu tidak akan cukup dipakai hidup di Jepang. Tetapi saat saya jelaskan bahwa biaya hidup di Indonesia sangat jauh berbeda dengan di Jepang, baru teman saya tersebut memahaminya.


9. Berkaitan dengan point 8 di atas, salah satu parameter yang sering dipakai untuk mengukur tingkat standard hidup adalah Engel’s coefficient. Engel’s Coefficient didefinisikan sebagai prosentase penghasilan yang dipakai untuk belanja kebutuhan primer pangan (飲食費) terhadap total pengeluaran bulanan. Semakin rendah nilainya, berarti semakin tinggi tingkat standard hidupnya.


Biaya Hidup di Jepang:

Tempat Tinggal (untuk sendirian):

Sewa Apartemen per bulan ¥75.000= Rp 7.500.000
Rekening Air Bulanan ¥3.000= Rp 300.000
Rekening Gas Bulanan ¥2.500= Rp 250.000
Rekening Listrik Bulanan ¥5.000= Rp 500.000
Rekening Telepon Bulanan ¥2.000= Rp 200.000



Makanan & Minuman:

Nasi Kari (1 porsi) ¥743= Rp74.300

Burger di McDonald's ¥100= Rp 10.000
Mie Ramen (1 mangkuk) ¥586= Rp 58.600
Mie Ramen Instan (77g) ¥145= Rp 14.500
Bento - makan siang (1 kotak) ¥545= Rp 54.500
Pizza (1 porsi ukuran medium) ¥2.000= Rp 200.000
Air Minum Mineral (2.000 ml) ¥136= Rp 13.600
Starbucks latte/cappuccino ¥350= Rp 35.000
Coca-Cola (355ml) ¥120 = Rp 12.000
Es Krim (120ml) ¥268= Rp 26.800
Susu (1,000 ml) ¥212= Rp 21.200
Coklat (65g) ¥106= Rp 10.600
Pisang (1kg) ¥235= Rp 23.500
Jeruk (1kg) ¥377= Rp 37.700
Roti Tawar ¥150= Rp 15.000



Lain-Lain:

Langganan Internet ¥4.000= Rp 400.000

1 Tiket Nonton Bioskop ¥1.800= Rp 180.000
Pulsa Ponsel/Hape Bulanan ¥4.500= Rp 450.000
Sewa DVD (1 film baru per hari) ¥500= Rp 50.000
Sewa DVD (1 film lama per minggu) ¥350= Rp 35.000
1 Tiket Subway ¥160 - ¥300= Rp 16.000-30.000
Potong Rambut ¥2.500= Rp 25.000



Detergen (1kg) ¥328= Rp 32.800

Kertas Toilet ¥250= Rp 25.000

Obat Flu ¥1,545= Rp 154,5 (paling murah)
Sikat Gigi ¥100= Rp 10.000
Pasta Gigi ¥250= Rp 25.000

Nah, gimana-gimana? 
Beda banget kan sama di Indonesia..
Semoga info ini bisa memberikan gambaran buat yang pengen tinggal di Jepang :).
READ MORE - Pendapatan dan Biaya Hidup di Jepang

Tuesday, October 4, 2011

Rain~Move On



Setelah sekian lama gw dengerin lagu ini (sampe hafal liriknya loh), baru sekarang sempet liat video clipnya (kesannya gw sibuuuuuk bgt ya, :p). Dulu gw pertama kali denger lagu ini di radio yang lagi nyiarin acara Jejepangan (apa pula itu Jejepangan?). Suka aja sama musiknya. Lagu ini ada 2 versi, ada versi Koreanya (bahasa Ibunya si Rain) dan ya ini, versi bahasa Jepangnya (bahasa negara tetangganya si Rain). Kalo gw sih ya pasti lebih suka yang versi Jepangnya lah, heheh.
READ MORE - Rain~Move On

Wednesday, September 14, 2011

Nihon-go Benkyo Shimashou!

Nihon-go benkyo shimashou! Artinya Ayo belajar bahasa jepang! 
Hmmm, bahasa jepang. Gw tertarik sama sesuatu yang berbau Jepang semenjak gw SD. Awalnya tuh karna Doraemon. Ya, Doraemon. Doraemon tuh masuk di Indonesia tahun 1990 (pas gw lahir). Gw suka banget nonton doraemon. Bahkan sampe sekarang (di umur gw yang ke 21). Mungkin buat sebagian orang sounds weird yah. Tapi ngga buat gw. Kaka-kaka sepupu gw aja suka ngeledekin, "si ndo udah gede juga, masi aja nontonnya doraemon." Abis gimana dong, seru tau. 

Hihi, jadi inget lawakan-lawakan temen-temen cowo gw waktu SMA. (Ipa 3)
X : "Lu tau ngga episode terakhirnya doraemon? 
Y : "Si Nobita koma kan, terus ternyata doraemon itu cuma khayalannya si Nobita."
X : "Salah.. sok tau sih lu."
Y : "Lah, emang gimana?"
X : "Si Dorami diperkosa ama doraemon"

Gubraaaaakkkkkk.. Emang dasar ipa 3 konyol. Tapi ngangenin. Hmmm, next post kita bahas ipa 3 yah.. 

Back to topic. Kesenengan gw sama Jepang berlanjut ketika gw SMP. Jadi waktu itu gw punya tablemate (temen semeja, kenapa gw ga pake istilah temen sebangku? karena ya masa iya sebangku berdua, kan gw bayaran, apadeh -_-). Nah temen gw ini punya kaka yang kuliah di Jepang. Waktu itu pas gw maen ke rumahnya kebetulan kakanya lagi balik ke Indonesia. Dan gw minta dia buat ngomong pake bahasa jepang. W-O-W keren paraahhh,, dari situ gw langsung pengen belajar bahasa Jepang sama dia. Tapi berhubung kakanya temen gw ini harus balik lagi ke jepang, pupuslah harapan gw buat belajar intensif sama dia. Dan keinginan gw belajar bahasa jepang pun pasang surut layaknya air laut di pantai selatan (kenapa musti di pantai selatan deh?)

Akhirnya gw pun belajar otodidak seadanya dan semau gw. Gw suka dengerin siaran radio yang muterin lagu-lagu jepang. Karna gw pikir penyiarnya pasti bisa bahasa jepang. Tapi ternyata dugaan gw ga sepenuhnya bener. Ada sih yang emang bener-bener bisa, tapi ada juga yang cuma muterin lagu-lagu jepang tanpa tau artinya. Salah satu penyiar yang bisa bahasa jepang di salah satu stasiun radio di bogor adalah Ahmad Aulia Nico (untung bukan Ahmad Aulia Arsyad, ups, ehem uhuk uhuk siapa tuuhh? :p) Biasanya si penyiar ini dipanggil nico kun (kun itu panggilan untuk seorang kakak dalam bahasa jepang). Di siarannya ini si nico kun suka nyelipin pelajaran bahasa jepangya. Dari situ gw juga jadi suka dengerin lagu-lagu jepang. Tapi acara itu ga bertahan lama. Ada sih acara siaran serupa di radio lain. Tapi ya itu tadi, penyiarnya cuma sekedar muterin lagu-lagu jepang doang. Ga nyelipin pelajaran bahasa jepangnya. 

Ketika gw SMA, gw ga dapet pelajaran bahasa asing selain bahasa inggris. Bikin BT bin keki deh. Dan yang lebih bikin gw keki setengah mati adalah, adek kelas yang setaun di bawah gw dapet pelajaran bahasa asing selain bahasa inggris. Dan kalian tahu tidak? (tidakkk..) bahasa asing yang mereka dapet adalah BAHASA JEPANG! Bapuk bener dah ah. Tapi gw ga keabisan ide brilliant dong. Gw suka minjem catetan2 ade kelas gw. Kalo mereka mau ulangan biasanya gw ce-esan ama abang tukang potokopian minta potokopian tuh ulangan . Hehehe. 

Ketika gw kuliah, gw bela-belain minjem buku perpus (buku bahasa jepang tentunya, bukan buku akuntansi, haha parah!) buat gw fotokopi supaya gw bisa belajar di rumah kapan pun gw mau. Temen gw pernah minta tolong ke gw buat ngerjain PR bahasa jepang punya adeknya yang masih SMA. Lumayan lah sambil mengasah kemampuan gw yang belom ada apa-apanya ini. Malah pernah waktu itu adeknya temen gw ini lagi ulangan dan dia sms kakanya (which is temen gw) buat nanya jawaban tuh soal ulangan ke gw. Songong, lagi ulangan juga. Tapi tak apalah. Toh belum tentu jawaban gw bener sepenuhnya. Gw juga kan masih belajar (banget). 

Ga jarang temen-temen gw juga suka nanya atau sms tiba-tiba, "Phe, bahasa jepangnya ini apa sih? bahasa jepangnya itu apa sih, dan seterusnya." Hadeeeehh,,, dikira gw kamus berjalan apah. Yang kaya gw bilang tadi, gw masih belajar. Tapi gw sih ngambil sisi positifnya ajah. Justru pertanyaan-pertanyaan mereka yang bikin gw ga berhenti belajar kan? Justru dari pertanyaan-pertanyaan mereka gw bisa tau apa yang gw ga tau sebelumnya. Justru dari pertanyaan-pertanyaan mereka lah gw termotivasi (apalagi kalo gw ga bisa jawab, pasti gw akan cari tau lebih lanjut.)  

Sampe sekarang gw juga masih belajar. Niatnya sih pengen ikut les. Jangan otodidak kaya gini terus. Seengganya kan kalo kursus gw bisa bisa menargetkan pasti bakalan bisa bahasa jepang dengan waktu yang singkat. (Mau ga mau musti bisa, sayang kan udah capek-capek bayar, tapi belom bisa bahasa jepang, nah kan otak akuntansinya keluar deh nih gw) Kalo otodidak kaya gini kan ya semau gw belajarnya. Kalo lagi semangat, menggebu-gebu banget, udah kaya semangatnya pejuang kita yang mau ngalahin penjajah jepang. Tapi kalo lagi males ya males banget. Megang bukunya aja udah iyuww muales tenan rek. Tapi les juga ga ngejamin sih. Semua balik lagi ke orangnya masing-masing. Jadi, mulai sekarang gw harus mencoba menghapus kata MALAS nih dalam kamus hidup gw. Susah sih, but I must try. Btw, Ini nih beberapa buku bahasa Jepang yang gw pelajarin : 

日本の (Nippon-go no hon)

Belom sempet dipelajari semua sih. Butuh tutor nih emang kayanya gw. Semoga gw bisa cepet fasih ya belajar bahasa jepangnya.. Semoga bisa cepet dapet scholarship to Japan. Amin... 

Yosh,, がんばって! Ganbatte! :D

READ MORE - Nihon-go Benkyo Shimashou!
Tiny Kaoani